Powered by Blogger.

Mobile Menu

More News

logoblog

Waduh, TikTok Dituduh Kirim Data Pengguna ke China

Thursday, December 5, 2019
TikTok, salah satu aplikasi music video singkat yang saat ini sedang populer dituduh mengirim data penggunanya ke China. Data yang dikumpulkan oleh TikTok disebutkan berupa data pribadi pengguna dan data perangkat yang digunakan pengguna untuk menginstall TikTok

  • Tiktok di Playstore: Foto: Screenshot Ladangtekno
Jakarta, Bagus-Tiktok saat ini memang sedang berada di puncak kepopulerannya. Aplikasi yang menyediakan layanan video singkat yang dapat diberikan efek ini saat ini digunakan oleh semua kalangan umur.

Namun, saat ini TikTok sedang mendapatkan tudingan mengumpulkan data pribadi pengguna secara diam-diam, berdasarkan informasi dari Detik, tuduhan tersebut berasal dari Pemerintahan AS. Selain TikTok, induk perusahaan TikTok yaitu ByteDance juga dituduh telah melanggar aturan privasi pengguna karena mengambil draft video yang direkam pengguna secara diam-diam

Selain tuduhan diatas, TikTok juga dilaporkan ke pengadilan oleh seorang Mahasiswa yang tinggal di Palo Alto. Misty Hong Sapaan masasiswa tersebut menyebutkan jika TikTok secara diam-diam mengirimkan data pengguna ke China.

Awalnya Misty Hong mengunduh aplikasi TikTok pada bulan maret atau april, namun ia mengaku tidak pernah sekalipun membuat akun di dalam aplikasi tersebut.

Namun setelah beberapa bulan kemudian, diketahui jika ada akun yang terdaftar di Aplikasi TikTok dengan menggunakan identitasnya tanpa sepengetahuan Misty Hong.


Ia menyebutkan membuat 5 atau 6 video namun sama sekali tidak pernah memposting video tersebut di aplikasi TikTok. selain itu di Akun TikTok tersebut juga berisikan informasi mengenai biometrik dirinya seperi hasil scan wajah dimana video tersebut benar-benar tidak pernah ia posting sebelumnya

Dalam tuntutannya juga disebutkan "TikTok juga mengumpulkan data penggunanya, termasuk kontak telepon dan jejaring sosial, alamat email, alamat IP, lokasi, dan informasi lainnya. TikTok juga diduga menggunakan taktik yang berbeda untuk menyembunyikan bahwa mereka mentransfer data pengguna. Bahkan, ketika pengguna menutup aplikasi, mereka masih memanen data biometrik dan pengguna"

Berdasarkan Informasi yang diperolah dari Kompas, Tiktok melakukan trasnfer data mereka ke dua server yang ada di China yaitu bugly.qq.com yang dimiliki oleh Tencent dan umeng.com yang dimilikio oleh raksasa e-commerce Alibaba

Disisi lain, pihak Tiktok menyebutkan tidak mau ambil pusing dengan hal tersebut. pihak TikTok menyebutkan jika semua data pengguna yang berasal dari wilayah AS tetap disimpan di Server yang ada di AS dan dengan server untuk data cadangan yang terletak di Singapura